Gerakan Pungut Sampah (GPS)

2025-02-22

Public Relation

Gerakan Pungut Sampah (GPS)

Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak langsung pada kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan ekosistem. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Kondisi ini mendorong perlunya aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sebagai wujud kepedulian terhadap isu tersebut, Paguyuban KSE Universitas Negeri Medan (PKSE Unimed) secara konsisten menghadirkan Gerakan Pungut Sampah (GPS) sebagai program kerja tahunan yang selalu dilaksanakan di setiap kabinet. Program ini menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan dan pembentukan kepedulian sosial bagi mahasiswa serta masyarakat.

Pada tahun 2025, Gerakan Pungut Sampah mengusung tema “Planet Protectors: Tindakan Nyata Menjaga Bumi” dan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025 di Jl. Ismail Marun, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan 163 volunteer dari berbagai universitas di Kota Medan serta berkolaborasi dengan pemerintah setempat, organisasi, dan komunitas peduli lingkungan. Untuk memperluas jangkauan informasi dan edukasi, kegiatan ini juga didukung oleh TVRI Sumatera Utara sebagai media publikasi serta PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) sebagai sponsor utama. Melalui aksi bersih-bersih lingkungan yang dilakukan secara gotong royong, para volunteer berhasil mengumpulkan lebih dari 80 trashbag besar sampah.

Dalam setiap pelaksanaannya, Gerakan Pungut Sampah dirancang untuk memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan. Secara umum, output yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi:

1. Meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

2. Terlibatnya relawan dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda dan mahasiswa.

3. Terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, komunitas, media, dan pihak swasta.

4. Terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman melalui aksi nyata di lapangan.

5. Tersampaikannya edukasi lingkungan melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar aksi pungut sampah, GPS menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dan wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan pelaksanaan yang konsisten setiap tahunnya, GPS diharapkan terus berkembang sebagai gerakan kolektif yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan serta generasi mendatang.