#Trending Topic

Journey to Public Speaking

2025-11-15

Journey to Public Speaking

Dengan tema "Langkah Berani Menjadi Komunikator Hebat" PKSE Unimed Gelar kegiatan Journey to Public Speaking, Dorong Mahasiswa Menjadi Komunikator Hebat dan Percaya Diri. Tidak semua orang langsung berani berbicara di depan banyak orang. Ada yang merasa gugup, kurang percaya diri, kesulitan menyampaikan ide ketika berbicara di hadapan banyak orang, bahkan ada yang memilih diam meskipun sebenarnya memiliki banyak ide hebat. Padahal di era sekarang kemampuan public speaking menjadi keterampilan yang sangat penting yang dapat membuka banyak peluang dan menjadi bekal utama untuk menghadapi dunia organisasi hingga dunia kerja terkhusus bagi mahasiswa. Melihat pentingnya kemampuan public speaking, Paguyuban KSE Universitas Negeri Medan (PKSE UNIMED) mengadakan kegiatan Journey to Public Speaking dengan tema “The Art of Public Speaking: Membangun Kemampuan dan Mengasah Keterampilan dalam Berbagai Bentuk Komunikasi.” Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus tempat berkembang bagi para beswan untuk melatih keberanian dalam menyampaikan suara dan gagasannya. Bertempat di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara pada Sabtu, 15 November 2025 kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan interaktif. Para beswan diajak untuk terlibat langsung melalui sesi praktek dan diskusi. Berbagai pembahasan menarik disampaikan mulai dari cara mengendalikan rasa gugup, membangun komunikasi yang efektif, teknik menciptakan penyampaian yang mampu menarik perhatian audiens hingga praktek langsung oleh beswan. Melalui kegiatan ini, para beswan tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar memahami bagaimana menyampaikan pesan dengan percaya diri dan penuh makna. Sedikit demi sedikit, rasa takut berubah menjadi keberanian, dan keraguan mulai berubah menjadi keyakinan. Journey to Public Speaking menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan menemukan suaranya sendiri. Dengan semangat Sharing, Networking, and Developing, PKSE UNIMED berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi para beswan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih komunikatif, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Gerakan Pungut Sampah (GPS)

2025-02-22

Gerakan Pungut Sampah (GPS)

Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak langsung pada kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan ekosistem. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Kondisi ini mendorong perlunya aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sebagai wujud kepedulian terhadap isu tersebut, Paguyuban KSE Universitas Negeri Medan (PKSE Unimed) secara konsisten menghadirkan Gerakan Pungut Sampah (GPS) sebagai program kerja tahunan yang selalu dilaksanakan di setiap kabinet. Program ini menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan dan pembentukan kepedulian sosial bagi mahasiswa serta masyarakat. Pada tahun 2025, Gerakan Pungut Sampah mengusung tema “Planet Protectors: Tindakan Nyata Menjaga Bumi” dan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025 di Jl. Ismail Marun, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara. Kegiatan ini melibatkan 163 volunteer dari berbagai universitas di Kota Medan serta berkolaborasi dengan pemerintah setempat, organisasi, dan komunitas peduli lingkungan. Untuk memperluas jangkauan informasi dan edukasi, kegiatan ini juga didukung oleh TVRI Sumatera Utara sebagai media publikasi serta PT Indonesia Asahan Aluminium (PT Inalum) sebagai sponsor utama. Melalui aksi bersih-bersih lingkungan yang dilakukan secara gotong royong, para volunteer berhasil mengumpulkan lebih dari 80 trashbag besar sampah. Dalam setiap pelaksanaannya, Gerakan Pungut Sampah dirancang untuk memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat. Gerakan ini juga berhasil melibatkan relawan dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda dan mahasiswa, yang berpartisipasi aktif dalam aksi sosial dan lingkungan. Selain itu, terjalin kolaborasi yang baik antara mahasiswa, pemerintah, komunitas, media, dan pihak swasta dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman melalui aksi nyata di lapangan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian edukasi lingkungan dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar aksi pungut sampah, GPS menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dan wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan pelaksanaan yang konsisten setiap tahunnya, GPS diharapkan terus berkembang sebagai gerakan kolektif yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan serta generasi mendatang.